Menyayangi orang tua dan Mertua (2)

Bagaimana jika orang tua / mertua kita berbuat tidak baik , kurang memperhatikan, berbuat yang sangat mengecewakan , tidak menunjukkan teladan yang baik terhadap kita/ suami/ istri kita ( misalnya saja : suka berkata jorok, menipu, mencuri, menyumpahi kita dll), atau bahkan membuang kita di tempat sampah, dikolong jembatan karena tidak mengharapkan kelahiran kita, atau perbuatan aniaya lainnya yang lebih kejam, haruskah kita tetap menyayangi orang tua dan mertua kita itu ?

Jawabannya adalah “iya harus”. Kita harus menyayangi dan juga mengasihani mereka. Apapun yang mereka lakukan terhadap kita, seburuk apapun itu, kita harus tetap menyayangi, mengasihani, menghormati, dan mencintai mereka. Mengapa demikian ?

Itu semua sebagai bagian dari rasa syukur kita terhadap mereka, yang telah menjadi perantara kelahiran kita, ibu kita misalnya, suka ataupun tidak suka, telah mengandung kita selama sekian bulan, dan itu sungguh bukan suatu perkara yang sangat mudah, belum lagi saat melahirkan kita, nyawa yang menjadi taruhannya. Walaupun seandainya saja mereka melakukannya karena terpaksa sekalipun.Begitu pula halnya dengan ayah kita, seburuk apapun mereka, seaniaya apapun mereka terhadap diri kita/istri/suami kita, dan mungkin juga sangat buruknya perangainya. Kenyataannya adalah mereka telah menjadi perantara bagi kita untuk menghirup udara dunia. Dan kita sebagai seorang anak harus berterima kasih terhadap mereka. Dan sungguh terlahir sebagai manusia, bisa merasakan kehidupan di dunia ini adalah suatu anugerah yang tidak ada taranya ( mengenai ini akan di tulis dalam bagian tersendiri)

Bisa dipahami, jika seorang anak merasa sangat kecewa terhadap perbuatan kedua orang tuanya yang sangat buruk, apa lagi kalau kemudian akibat perbuatan mereka para orang tua itu berimplikasi sangat buruk terhadap anaknya, misalnya : karena seorang ibu suka minum minuman beralkohol menyebabkan anaknya cacat, atau karena dibuang ditempat sampah anaknya ditemukan oleh orang yang berperangai buruk dan membuat anaknya itu merasa hidup sangat menderita dll. Hanya saja jangan sampai itu menutup mata hati kita, membuat kita tidak bisa memaafkan mereka.Kita harus ingat apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab setiap situasi dan kondisi bisa terjadi. Mungkin bisa menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Tidak ada yang pasti dalam hidup didunia ini. Sekali lagi mungkin merekalah yang menjadi pemicu dari tidak menyenangkannya hidup kita. Namun ada banyak sekali peluang lain yang menjadi penyebabnya dan yang akan menjadi akibatnya apakah akan menjadi baik dan ataupun menjadi semakin buruk, yang harus kita pahami dan ingat adalah apapun yang sudah terjadi dalam hidup kita adalah vase yang harus kita lalui dalam hidup ini, apakah itu menyenangkan atau pun tidak, tugas kita mengambil manfaat dari setiap vase itu, menjadikannya sebagai cerminan, yang baik dan bermanfaat buat hidup kita kita ambil, dan yang tidak baik, marilah kita buang jauh-jauh. Dan yang harus selalu kita ingat adalah menjalani hidup dengan baik, meraih impian yang baik, berjuang menempuh jalan yang di ridloi oleh Alloh, dan terhadap orang tua ataupun mertua kita, rasa syukur tetap harus diberikan. Semakin banyak kita bersyukur terhadap mereka, semakin Alloh suka, dan isya Alloh kebahagiaan, kebaikan, dan keridloaan Alloh akan bersama kita di dunia ini dan akhirat kelak. Insya Alloh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s