10 TIP BERTENGKAR YANG ADIL

TIPS BERTENGKAR YANG ADIL

Bertengkar adalah bagian dari perkawinan yang baik! Saya perlu menegaskan hal ini karena ada sebagian orang yang memiliki pandangan naïf bahwa dalam “perkawinan yang bahagia” maka istri dan suami tidak pernah bertengkar. Sesungguhnya, persoalannya bukanlah apakah Anda bertengkar atau tidak, melainkan BAGAIMANA cara Anda dan pasangan bertengkar.

Bila Anda bertengkar secara “tidak adil” maka sama saja dengan Anda berdua menggali lubang kematian. Mengapa? Karena PONDASI perkawinan adalah rasa saling percaya. Dan pertengkaran yang tak adil secara pelahan tapi pasti menggerus rasa saling percaya tersebut. Sebaliknya, kalau Anda bertengkar secara “fair” maka Anda berdua bersama-sama memperkuat pondasi kepercayaan tersebut.

Berikut ini beberapa hal yang bisa memandu Anda untuk bertengkar secara “adil.”

  1. Jangan pernah memanggil nama saja atau meremehkan pasangan. Tetap sebut dengan panggilan kesayangannya selama ini.
  2. Keukeuh pada pokok persoalan yang diperdebatkan. Jangan pernah mengungkit-ungkit masalah lama – walau persoalan itu belum terselesaikan. Pertengkaran yang terjadi saat ini bukanlah kunci untuk membuka bak sampah masalah lama yang sudah basi. Bila Anda sudah memaafkan suatu hal di masa lalu, jangan pergunakan pengampunan Anda itu sebagai amunisi untuk menyerangnya.
  3. Jangan pernah menggunakan frasa (anak kalimat) yang bersifat absolut, seperti ‘tidak pernah’ atau ‘selalu.’ Misalnya, “Kamu ini selalu saja tak pernah menepati janji,” atau “Kamu selalu saja terlambat” atau “Kamu tak pernah membereskan sendiri.” Coba kalau Anda fokus pada fakta, tentu ia pernah tepat waktu, mungkin 7 kali, walau terlambatnya 77 kali.
  4. Jangan pernah membawa-bawa nama kerabat, teman, atau keluarganya ke dalam perdebatan, baik untuk mendukung pernyataan Anda atau sebaliknya untuk menyerang dirinya.
  5. Jauh-jauh hari, kalau bisa sejak awal pernikahan, sepakati satu metoda untuk jeda dari pertengkaran yang tengah berlangsung jika salah satu dari Anda merasa bahwa pertengkaran ini sudah merembet ke mana-mana atau karena Anda merasa sudah tak bisa berfikir jernih lagi. Sepakati kapan pertengkaran akan dilanjutkan. Jangan mengatakan kalau Anda ingin mengakhiri hubungan atau meminta cerai. Mintalah istirahat sejenak. Ucapkan dengan tegas.
  6. Jangan mengancam atau mengultimatum. Inti pertengkaran yang adil bukanlah untuk memenangkan, mengontrol atau menguasai sesuatu, melainkan berjuang bersama pasangan sampai Anda berdua bisa mencapai solusi terbaik bagi rumah tangga dan perkawinan Anda.  Karena itu, jangan pernah mengancam untuk mengakhiri hubungan/perkawinan kecuali kalau Anda betul-betul menghendaki dan meniatkannya. Jangan mengancam “putus” hanya untuk merebut atau mendapatkan (kembali) kontrol dan kekuasaan.
  7. Jangan memulai pertengkaran di malam hari, apalagi larut malam, ketika Anda berdua sudah terlalu letih karena kesibukan hari ini. Semakin letih tubuh kita, semakin kecil kemampuan kita untuk mengendalikan emosi kita. Artinya, bisa saja pertengkaran larut malam itu berubah menjadi perkelahian secara fisik.
  8. Jangan membaca pikiran dan perasaannya. Jangan katakan, “Kamu tak peduli kepadaku karena kamu nggak pernah nelpon aku.” Atau “Kamu belikan aku hape baru karena kamu merasa bersalah kan?” Daripada memberitahukan pikiran atau perasaannya, jauh lebih baik Anda MENANYAKAN bagaimana perasaannya.
  9. Pergunakan “kalimat-kalimat aku,” jangan mengucapkan “pernyataan-pernyataan kamu” yang bisa dipersepsikan sebagai serangan terhadap dirinya. Sebagai contoh, ucapkan “Aku kecewa karena kau berjanji pulang pukul 21, tetapi sampai rumah pk 23.” Jangan ucapkan, “Kamu kan janji pulang pukul 21, kenapa baru sampai pk 23. Kamu emang suka melanggar janji!” Begitupula, ganti kalimat “Kamu apa tak pernah memikirkan perasaan orang rumah” dengan kalimat “Aku ini khawatir sekali kalau-kalau terjadi kecelakaan.”  
  10. Jangan lakukan kekerasan. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis. DB

Dr. Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D

Untuk konsultasi dan permintaan seminar/workshop tentang perkawinan, hubungi Intan di 0813-1641-0088.

Salah satu metoda untuk mengetahui KELEBIHAN dan KEKUATAN Anda dan pasangan adalah lewat “Aura-Graphology Psychodiagnostics.” Setelah mengetahui peta kehebatan masing-masing, dalam sesi penjelasan Anda akan diberi saran-saran untuk memadukan kedahsyatan masing-masing yang bisa membuat rumah tangga Anda menjadi lebih harmonis.  Pendaftaran, hubungi Intan di 0813-1641-0088.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s