Adaptasi pada Sekolah Baru? Mudah, Kok!

Adaptasi pada Sekolah Baru? Mudah, Kok!

Wah, senangnya! Akhirnya si kecil mulai memasuki dunia baru: sekolah. Jangan sampai Anda malah yang gugup dan deg-degan menghadapi hari pertamanya di Play Group atau TK, ya? Bisa-bisa si kecil bukannya bersemangat, malah enggan ke sekolah. Nah, apa yang musti Anda persiapkan? Yuk, intip kiat agar ia gampang beradaptasi!

Kenalkan Situasi Baru

Biasakan anak mengenal situasi baru dan beradaptasi di dalamnya. Tekankan bahwa ia tak perlu takut pada situasi yang baru karena ia berada di lingkungan aman. Anda bisa menerapkan hal ini saat mengajak ia berkunjung ke acara pernikahan, pesta ulang tahun anak sahabat Anda atau taman bermain sekitar rumah.

Sesuaikan dengan Keadaan Sekolah

Dari jauh-jauh hari, siapkan informasi tentang sekolah barunya. Entah peraturan sekolah atau kebiasaan guru-guru mengajar. Nah, tetapkan keteraturan kegiatan sekolah dengan di rumah. Misalnya, sesuaikan jadwal bangunnya dengan jadwal masuk sekolah. Bila ia biasa bangun pagi pukul 07.30 WIB padahal jadwal masuk sekolah pukul 07.15 WIB, maka percepatlah jam bangunnya seminggu sebelum harinya agar ia terbiasa.

‘Berkenalan’ Lebih Dini

Sebelum ia masuk sekolah, ajarkan untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolahnya. Bawalah ia mengunjungi ‘calon sekolahnya’ dahulu.

Sosialisasikan bahwa ‘school is fun’, hilangkan kesan seram tentang sekolah. Jangan selalu kaitkan masalah sekolah dengan belajar. Cukup gunakan kata ‘bermain’ seperti ‘bermain di sekolah itu menyenangkan, nanti bisa punya teman baru’. Atau ceritakan betapa banyaknya teman yang akan ia jumpai, bagaimana ia bisa bermain perosotan atau bermain petak umpet dengan teman-teman barunya.

Rajin Berlatih di Rumah.

 Lakukan role play di rumah bersama si kecil, misalnya permainan sekolah-sekolahan. Ajarkan bagaimana ia berkenalan dengan teman barunya. Cobalah Anda berperan sebagai si calon teman. “Halo, namaku Vania. Nama kamu siapa?” Ucapkan itu kepadanya dan jabatlah tangannya. Semakin sering dilakukan maka akan semakin baik untuknya.

Kesepakatan dengan Pihak Sekolah

Tentunya Anda ingin agar si kecil mandiri dan tidak ditunggui selama bersekolah. Anda bisa mengusulkan pada pihak sekolah bahwa pada dua minggu pertama maka orangtua atau penunggu lain harus keluar dari kelas. Tujuannya agar anak tidak tergantung secara emosional dan tidak pecah konsentrasinya saat berkegiatan.  

Moms, Let’s Do It! 

Sekarang, saatnya Anda mengantar si kecil ke sekolah barunya. Hari pertama ini sangat penting, loh! So, apa yang musti Moms dan si kecil lakukan?

  • Pede Aja

Orangtua manapun ingin anaknya pintar bergaul, artinya si kecil mudah menyesuaikan diri di tempat barunya. Kunci untuk orangtua sederhana saja: PERCAYA DIRI. Mengapa? Seringkali yang kurang pede adalah orangtua. Awalnya sih si kecil antusias sekali diajak ke sekolah barunya. Tapi begitu ia melihat wajah Anda berbalut kecemasan saat tiba di gerbang sekolah, ia jadi melempem.

Jadi, percaya saja bahwa anak Anda bisa beradaptasi dengan baik. Jangan tunjukkan kepanikan Anda di depannya – cukup di dalam hati – tapi tampilkanlah raut muka yang cerah dan riang gembira. Dengan begitu si kecil akan larut dalam kegembiraan, seakan-akan ia diajak ke taman bermain favoritnya.

  • Datang Lebih Awal

Datanglah ke sekolah 15 – 20 menit sebelum bel berbunyi. Ajak si kecil untuk mengenal likungan barunya. Biarkan ia bermain dengan permainan yang ada di sekolah seperti ayunan atau perosotan. Semoga saja ia juga bisa bertemu dengan anak baru lainnya dan mau dijadikan partner untuk bermain jungkat-jungkit. Hitung-hitung ia sudah dapat teman, kan? Nah, biarkan energi dan emosinya keluar bebas, jangan sampai ia stres.

  • Kenalkan kepada Guru

Kenalkan si kecil kepada guru-guru utamanya guru kelas. Katakan bahwa Ibu Guru adalah orangtua di sekolah, sama halnya ketika Mama berada di rumah.

  • Angkat Percaya Dirinya

Bila si kecil ngambek karena ada temannya yang didampingi oleh orangtua tau pengasuhnya di kelas, besarkan hatinya dan katakan “Anak Mama kan berbeda karena pintar, jagoan, mandiri, pemberani. Jadi sudah tidak perlu ditunggui” atau kalimat lain yang mengangkat rasa bangga akan dirinya.

 

  • Senyum dan Lambaikan Tangan

Begitu bel berbunyi, serahkan anak ke guru, biar ia ikut berbaris sendiri. Bila sang anak ‘celingak-celinguk’, cukup tersenyum dan berikan lambaian dari jarak jauh. n 

‘Back To School’ Seusai Liburan!

Liburan telah usai, kini saatnya menyiapkan segala keperluan untuk kembali ke sekolah. Jangan biarkan si kecil terlena dengan rutinitas liburan. Biarkan ia beradaptasi dengan  suasana sekolah yang sebentar lagi akan dimulai! Yuk, ikuti tip berikut!

  • Kembalilah dari liburan kurang lebih dua minggu sebelum masa sekolah dimulai. Moms dan si kecil membutuhkan masa peralihan. Jika Moms tidak  menyediakan waktu beberapa minggu, makaMoms akan direpotkan oleh ulah si kecil yang rewel dengan segala persiapan untuk kembali bersekolah.
  • Percepat jadwal tidur si kecil seminggu sebelum hari pertama masuk sekolah. Ia perlu waktu untuk belajar bangun lebih pagi dan tidur lebih awal. Walau dibutuhkan kesabaran ektra untuk mengatur jadwal tidur dan bangun-nya, itu sangat membantu kok saat masa bersekolah dimulai.
  • Kenalkan kembali si kecil dengan buku. Jika selama liburan, waktu belajar tidak banyak dilakukan dan kebanyakan waktu dihabiskan untuk menonton televisi, maka kini saatnya Moms untuk memulai kembali. Kenalkan lagi ia dengan buku menggambar, menggunting, berhitung agar si kecil tidak melupakan pelajaran yang lalu. Bila ia memiliki PR, selesaikan sebelum masa sekolah dimulai.
  • Bentuklah rasa aman dan nyaman. Cukup lumrah bila pada minggu pertama seusai liburan sekolah, ia menjadi rewel dan gampang menangis. Berikan pengertian mengenai teman baru, guru baru, atau ruang kelas baru.
  • Pastikan setiap pagi si kecil mendapatkan sarapan. Asupan gizi dan nutrisi yang cukup dapat membuatnya berkonsentrasi pada saat di kelas. n

Dr. Dono Baswardono, AISEC, Graph, Psych, MA, Ph.D – Marriage & Family Therapist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s