Jika Anak Suka Telanjang

Anak Cewek Koq Sukanya Pakai Singlet dan Celana Dalam Saja!

Tanya: Putri semata wayangku Mona (7 tahun) kalau di rumah senangnya cuma pakai kaos singlet dan celana dalam. Bahkan tak jarang hanya pakai celana dalam saja. Apalagi kalau baru pulang dari sekolah, bukannya berganti dengan baju santai untuk di rumah, dia tetap dengan kostum kesukaannya tersebut. Saya menyebutnya ala Tarzan! Sudah sering saya ingatkan, kalau pakai baju yang benar. Tapi tetap saja Mona cuek. Memang sejak kecil Mona biasa pakai kaos singlet dan celana dalam saja kalau di rumah. Dulu saya fikir, Mona gerah jadi saya biarkan saja. Tapi siapa sangka dia membawa kebiasaan itu hingga sekarang duduk di kelas 2 SD. Yang saya takutkan adalah jika hal ini nantinya terbawa sampai ia besar. Apakah ini merupakan hal yang wajar terjadi pada anak seusia Mona? Bagaimana caranya agar Mona tidak bertelanjang-telanjang ria seperti itu lagi? Terimakasih. Grace – Surabaya

Jawab: Mengenakan kaos singlet memang menyenangkan. Apalagi bila sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, apalagi kaos singlet nyaman dikenakan. Karena Mona adalah anak perempuan yang sudah berusia tujuh tahun, maka kebiasaan mengenakan kaos singlet dan celana dalam saja menjadi tak lazim. Sayang, untuk menghentikannya tak cukup hanya memberi perintah-perintah yang tak mengandung konsekuensi apapun, seperti yang biasa Mom lakukan. Tentu saja Mona cuek saja.

Konsisten Terapkan Reinforcement & Punishment

Berlakukan sistem reinforcement and punishment. Yakni penghargaan yang diharapkan bisa meningkatkan sikap dan perkembangan positif pada anak didik. Biasanya reinforcement berupa hadiah dan pujian. Dan sebaliknya punishment bisa berupa hukuman, yang mendidik tentu saja. Sistem ini bila diterapkan dengan benar, sangat ampuh untuk menghentikan sebuah kebiasaan yang tidak tepat. Pastikan Mona baru bisa melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan setelah pulang sekolah apabila ia sudah mengenakan baju lengkap. Bila ia hanya memakai kaos singlet, dia tak boleh melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan sepulang sekolah. Misal, bermain, nonton televisi, makan siang dll.

Dengan hanya memakai kaos singletnya, dia hanya boleh ada di kamar saja. Katakan kepada Mona, “Kalau hanya berkaos singlet artinya belum ready untuk bermain. Memalukan bila anak perempuan hanya memakai kaos singlet saja, apalagi Mona sudah besar”

Bila mengenakan pakaian lengkap, katakan kepada Mona, “Nah begitu anak perempuan seharusnya. Berarti kamu sudah ready untuk main”.  Sambil memberi kesempatan kepada Mona untuk melakukan segala aktivitas rutin berikutnya yang biasa ia kerjakan sepulang sekolah.

Mengingat singlet nyaman pastikan Moms memberi baju rumah yang nyaman pula untuknya, berbahan kaos katun atau sejenisnya dengan model yang simpel. Bila perlu libatkan Mona dalam memilih pakaian rumah yang hendak Moms beli untuknya. DB

Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D – Sexologist, Pschoanalyst, Graphologist, Marriage & Family Therapist.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s