Mengapa Anak Suka Bengong dan Melamun?

Mengapa Anak Suka Bengong dan Melamun?

Tanya: Saya ibu dua anak. Anak pertama saya sekarang duduk dikelas dua SD. Masalahnya anak saya sering sekali bengong. Kalau di rumah saya suka panggil sampai berkali-kal tidak menyahut. Sepertinya dia pura-pura tidak mendengar. Dan kalau disekolah, menurut gurunya, anak saya sering bengong ketika guru sedang menerangkan.

Saya sangat khawatir ini akan menjadi kebiasaan yang tidak bisa hilang. Dan kebiasaan suka bengongnya di sekolah akan mempengaruhi prestasi di sekolah. Kalau saya tanya kenapa bengong, dia selalu tidak bisa menjawab. Apa penyebab anak saya suka bengong? Kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan kebiasaan bengongnya? Bagaimana juga cara supaya ia tidak bengong saat guru tengah menerangkan? Terimakasih.

Jawab: Ibu, banyak sekali faktor yang membuat anak bengong. Ketika bengong hampir dipastikan anak berfantasi tentang hal-hal yang lebih menyenangkan daripada realita yang dihadapi anak. Sebenarnya, tidak selamanya bengong itu negatif. Bengong justru bisa menjadi media bagi anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas berpikirnya.

Tapi memang ada batasannya. Jika bengong ini sudah berlebihan dan mengganggu fungsinya sehari-hari, sudah sepantasnya orangtua mengambil tindakan. Dan pada kasus anak ibu, ternyata sudah mengganggu proses belajarnya di sekolah dan sulit mengikuti instruksi ibu di rumah.

Melihat cerita ibu memang sebaiknya diambil tindakan sebelum bengong ini mengganggu prestasinya lebih jauh sebagaimana ibu khawatirkan. Namun sebelum mengambil tindakan apapun, ibu perlu tahu dulu faktor mengapa anak bengong. Misalnya, apakah anak bengong pada saat sedang tidak ada aktivitas yang harus dikerjakan atau ketika mengerjakan tugas? Bila di sekolah, apakah di dalam kelas saja atau juga ketika saat istirahat atau main di luar kelas? Pada saat pelajaran apa? Apakah ada masalah keluarga, misal pertengkaran orangtua?

Setelah mengetahui sebabnya, berikut hal-hal yang bisa dilakukan. Bicarakan dan minta bantuan guru untuk mencatat kapan saja anak bengong. Apakah anak bengong karena bosan pelajaran terlalu mudah sehingga tidak ada tantangan, pengerjaan tugasnya lebih cepat daripada anak lain (sehingga banyak waktu menganggur) atau anak kesulitan dalam pelajaran yang diberikan (sehingga bengong untuk menghindar dari kesulitan). Nah, tiap kemungkinan ini tentu saja penyelesaiannya berbeda-beda.

Jika anak bosan atau banyak menganggur karena cepat selesai tugasnya, guru bisa menyediakan materi ekstra yang bisa dikerjakan anak ketika ia merasa bosan atau menganggur. Tapi jika ternyata anak bengong karena lari dari kesulitan dalam pelajaran, berarti anak harus mendapat bantuan agar ia bisa lebih menguasai pelajaran yang dirasa sulit. Bantuan ini bisa berupa pelajaran tambahan atau les privat bagi pelajaran-pelajaran yang menjadi hambatan bagi anak.

Isi waktu luang anak di rumah dengan berbagai alternatif kegiatan yang aktif. Misalnya membaca buku, main alat musik, melukis, menari, menyanyi. Hindari menonton TV terlalu lama (1 jam sehari sudah maksimal) karena membuat pikiran anak menjadi kurang aktif.

Berikan juga waktu anak untuk bermain dengan teman-teman di luar rumah. Ajak anak bicara tentang masalah dan perasaannya. Luangkan waktu berdua saja dengan anak. Ajak bicara dari hati ke hati untuk menggali pikiran apa yang sedang mengganggunya.

Jika memang ada suatu kondisi tidak menyenangkan bagi anak yang terjadi di dalam keluarga (misalnya, pertengkaran orangtua), bicarakan dan jelaskan kondisi tersebut sehingga tidak lagi menimbulkan kecemasan pada dirinya. Anak yang mengalami kecemasan terhadap kondisi keluarganya cenderung sering bengong atau melamun. Untuk anak yang sulit terbuka, ibu bisa mulai dengan menceritakan tentang perasaan ibu terlebih dahulu agar anak terpancing.

Periksakan anak ke dokter. Tidak ada salahnya memeriksakan anak ke dokter untuk dicek pendengaran, penglihatan dan kondisi fisik lainnya. Anak yang mengalami gangguan kesehatan fisik juga sering terlihat bengong. Ada beberapa kasus semacam ini yang ternyata si anak mengalami gangguan penglihatan (butuh kacamata). Bengong menjadi pelariannya dari kesulitan melihat ini.

Konsultasikan ke psikolog anak. Jika masalah ini terus berlanjut dan sampai berpengaruh drastis pada nilai-nilainya di sekolah, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan psikolog yang ada di dekat ibu agar cepat tertangani secara intensif.  DB

Dr. Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D

Untuk konsultasi, hubungi Intan di 0813-1641-0088.

5 pemikiran pada “Mengapa Anak Suka Bengong dan Melamun?

  1. Ada pengaruhnya gak, anak itu kalo bengong karena kalo dimarahin sama orangtuanya terlalu keras cara orang tuanya menegur atau memarahi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s