TIPS AGAR ANAK MANDIRI

Kiat Praktis Jadikan si Kecil ‘Anak Mandiri’!

Sepulang sekolah Camilla dengan sigap melepas sepatu dan menaruhnya di rak sepatu. “Wah anak pintar…” puji sang Bunda. Gadis mungil berusia empat tahun itu membalas dengan senyuman lalu meraih sang Bunda ke dalam pelukannya.

Duh, senangnya kalau si buah hati sudah memiliki inisiatif untuk merapikan barang-barang miliknya seorang diri. Jika anak Bunda juga berlaku sama seperti Camilla, patutlah Bunda berbangga hati.

Ya, siapa yang tak senang memiliki anak yang mandiri. Apalagi kemandirian bisa diajarkan sedini mungkin. Tapi, bila si kecil Anda belum menjadi pribadi yang mandiri, jangan lantas berkecil hati. Yuk, ajarkan ia kemandirian sekarang juga! Bagaimana caranya?

Beri Kesempatan Kepada si Kecil

Langkah awal mengajarkan kemandirian pada si kecil adalah: beri si kecil kesempatan! Biarkan ia melakukan berbagai hal yang ingin dan boleh (secara normatif) dilakukan anak-anak.

Coba Anda kilas balik saat si kecil berusia 6 bulan. Ketika itu, Anda perhatikan tangan si kecil berusaha untuk menggapai-gapai sesuatu. Nah, sebenarnya pada usia tersebut, ia sudah ‘belajar’ untuk mandiri. Namun masalahnya, Anda mendukung atau malah menghambatnya? Karena kadangkala yang menghambat kemandirian si kecil justru orangtuanya, yang sering merasa tak ‘tega’ membiarkan anaknya berusaha sendiri. Mungkin dalam pikiran Anda bersemayam rasa kasihan atau menganggap si anak masih terlalu kecil untuk melakukan hal tersebut. Padahal, memberikan sedikit kesempatan kepadanya memungkinkan ia untuk belajar berusaha sendiri.

Awali dengan Hal Sederhana

Mengajarkan anak agar menjadi pribadi yang mandiri bisa dimulai dengan hal sederhana. Coba biasakan si kecil melakukan hal-hal berikut ini!

  • Merapikan mainan setelah selesai bermain. Walaupun keadaannya seperti kapal pecah biarkan saja. Terapkan rasa tanggung jawab, seiring waktu berjalan si kecil akan terbiasa membereskan segala sesuatu milik mereka.
  • Membereskan buku dan meja belajar sendiri. Usai belajar jangan lupa merapikan buku, tata kembali di tempat semula dan matikan lampu belajar setelahnya. Sebelum berangkat ke sekolah esok paginya, biarkan ia menyiapkan buku-buku dan alat tulisnya ke dalam tas sekolah. Jangan lupa untuk mengecek kembali kelengkapannya.
  • Kerjakan PR sebisa mungkin. Biarkan ia mengerjakan PR-nya sendiri. Bila dirasa si kecil mengalami kesulitan, barulah Bunda menghampiri dan membantunya dengan senang hati.
  • Bila waktu tidur tiba, biarkan ia mengganti pakaian dengan baju tidur dan menggosok gigi. Tak lupa ingatkan berdoa dan ucapkan “Selamat malam, mimpi indah, Sayang…”
  • Latih si kecil untuk makan sendiri, walaupun masih belepotan. Usia boleh masih sangat kecil namun belajar makan sendiri tidak ada salahnya dilakukan sedini mungkin.
  • Jangan biasakan si kecil berteriak tiap kali membutuhkan sesuatu. Contohnya “Mbak… minum!” Kalaupun harus meminta bantuan, ajarkan padanya untuk mengucapkan kata tolong. ‘Tolong ambilkan minum Mbak…”
  • Biarkan si kecil mandi sendiri. Tapi jangan lupa setelah itu dicek kembali kebersihannya. Kalau masih ragu, boleh sambil diawasi.
  • Ajarkan pakai baju dan celana sendiri setelah mandi. Keringkan badannya dengan handuk, setelah itu biarkan ia mengenakan pakaian sendiri. Ajarkan si kecil untuk menaruh kembali handuk di gantungan handuk agar mudah kering dan tak repot mencarinya bila hendak mandi.
  • Memakai kaus kaki dan sepatu sendiri. Terapkan hal ini secara rutin ketika si kecil hendak pergi ke luar rumah, baik ke sekolah ataupun pergi ke tempat lain.
  • Merapikan sepatu. Selesai bepergian jangan lupa katakan pada buah hati Anda agar tak lupa untuk menaruh sepatu di tempat yang sudah disediakan.
  • Menaruh pakaian kotor di tempat cucian setelah dipakaiBunda bisa menyontohkan hal ini kepada si kecil. Semakin sering ia melihat perilaku baik dari orangtua maka si kecil akan mendapatkan modelling yang baik.
  • Tidak ditunggui di sekolah. Biasakan tidak menunggui si kecil ketika bersekolah, kecuali pada masa penyesuaian sekitar dua minggu pertama di sekolah baru. 
  • Membantu pekerjaan rumah tangga. Bila sudah agak besar, latih ia untuk membantu Bunda di rumah. Tak ada salahnya ia belajar untuk mencuci piring, sendok dan gelas setelah selesai makan.

Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D – Sexologist, Pschoanalyst, Graphologist, Marriage & Family Therapist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s